Waspadai  Berita Hoax Di Lingkungan Jurnalisme Warga

(ilustrasi foto: Arsip HIPPMI)

Perkembangan teknologi saat ini tentu semakin mempermudah arus informasi, sehingga tak heran kegiatan jurnalistik (pencarian dan penyuguhan berita) bisa dilakukan oleh mereka yang tak memiliki latar belakang jurnalis professional. Istilah kegiatan ini umum dikenal dengan citizen journalism atau jurnalisme warga.

Jurnalisme warga memungkinkan orang-orang untuk berbagi informasi secara cepat dan akurat melalui media sosial dan situs berita independen.  Jurnalisme warga juga memiliki peran yang sangat penting dalam era digital saat ini. Melalui platform-platform media sosial dan berbagai situs web, individu memiliki kemampuan untuk menyebarkan informasi secara luas tanpa tergantung pada media tradisional.

Meski memberi ruang bagi  masyarakat luas turut serta dalam menyampaikan berita dan opini mereka. Namun  para pelakunya tetap harus  memiliki tanggung jawab besar  untuk menyebarkan informasi yang valid dan akurat guna menghindari penyebaran berita palsu yang dapat merugikan masyarakat.

(Salah seorang seorang mahasiswa UNPAD yang menjadi pewarta lepas di salah satu portal media online di Kota Bandung memeriksa data dan informasi di sejumlah artilkel jurnalisme warga yang tersebar di internet/ foto : Arsip HIPPMI)

Dilansir dari  narasi.tv, pakar sekaligus praktisi Jurnalistik nasional, Andy F . Noya menuturkan bahwa  citizen journalism berbeda dengan jurnalis profesional. Segmen dan tuntutan  tugas keduanya berbeda. Jurnalis profesional adalah jurnalis  yang bekerja pada media tertentu sementara jurnalisme warga tidak. 

Sehingga jurnalis profesional memiliki aturan dan akurasi data yang tepat. Berbanding terbalik dengan jurnalis profesional, citizen journalism menekankan kecepatan informasi yang menjadi penanda utama. Berikut kelebihan dan kekurangan aktivitas Jurnalisme Warga yang HIPPMI sadur dari narasi.tv

Kelebihan citizen journalism

Keberadaan citizen journalism bukan berarti dapat mengancam keberadaan jurnalis profesional. Keduanya dapat berjalan berdampingan.

Citizen journalism dapat menjadi stimulasi atau informasi awal untuk para jurnalis profesional dalam melakukan pengumpulan berita. Berikut daftar kelebihan jurnalisme warga:

  • Menyebarkan informasi lebih cepat

Pada situasi tertentu seperti konflik senjata, bencana, dan kecelakaan, penyebaran informasi yang cepat tentu sangat dibutuhkan masyarakat untuk segera mendapatkan kejelasan. 

  • Berita yang disebarkan tanpa sensor

Dalam isu-isu tertentu biasanya ada beberapa informasi, foto, atau video yang disensor tapi pelaku jurnalisme warga sering menerobos aturan sensor yang ditegakkan dalam aturan broadcasting.

  • Berita yang tersebar lebih beragam

Citizen journalism tidak memberlakukan proses setting, sehingga banyak warga yang memproduksi berita sesuai yang mereka ketahui. Jadi semakin banyak pula informasi yang diterima oleh masyarakat. 

Kekurangan citizen journalism

Munculnya jurnalisme warga ini tentunya tidak selamanya membuahkan dampak positif. Mereka juga memiliki dampak negatif, yaitu:

  • Berpotensi tersebarnya berita hoax

Jurnalisme warga menjadi solusi agar masyarakat dapat mengetahui informasi dengan lebih cepat. Namun sayangnya tidak semua orang mampu mengkroscek kebenaran berita sehingga hal tersebut dapat berakibat tersebarnya berita hoax.

  • Kurangnya akurasi data

Informasi yang disebarkan oleh jurnalisme warga seringkali dianggap kurang akurat, pasalnya mereka tidak melakukan investigasi lebih jauh. Hal ini tentu berbeda dengan jurnalis profesional. Mereka mampu memproduksi berita sesuai nilai, fakta, dan akurat.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *